Postingan

Menampilkan postingan dengan label Tentang Hidup

Tentang Kenyamanan

Ketika kata “nyaman” terucap, hal apa yang pertama kali terlintas dipikiranmu? Apakah menikmati kasur yang luas dan empuk sendirian, lalu tenggelam dalam teksturnya yang begitu halus nan lembut? Atau.. membiarkan wajahmu tersapu hembusan angin yang semilir, lalu memejamkan mata dan membayangkan surga dunia? Atau mungkin.. sekedar menikmati cerita sahabatmu dan receh candanya yang berujung pada gelak tawa bersama? Nyatanya, kenyamanan itu bisa berarti banyak hal. Ia bukanlah sesuatu yang mutlak. Definisinya tersangkut pada perasaan dan hati yang terpaut di dalamnya. Parameternya terkadang tak pasti, hanya perlu disesuaikan dengan hati. Bagiku kenyamanan bukanlah sesuatu yang dapat dipaksakan. Kenyamanan dalam sebuah lingkungan terkadang membutuhkan waktu yang cukup lama untuk ku dapatkan. Satu hal yang kupercaya, setiap orang memiliki tembok pembatas antara dirinya dengan orang-orang di sekitarnya, dengan tinggi yang berbeda-beda.  Beberapa orang membiarkan tembo...

Don't Get Lost in Your Own Track

Gambar
“Apa sih tujuan hidup kamu?” that’s it, pertanyaan tersimple dengan jawaban yang cukup berat buat ababil alias abege labil zaman sekarang. Merasa bingung harus menjawab apa, impian apapun yang terlintas dipikirannya pun keluar sebagai jawaban. Tahukah kalian? Terkadang kita tidak sadar mengadopsi mimpi orang lain yang sebenarnya tidak kita inginkan. Ketika masyarakat umum beranggapan bahwa suatu profesi itu keren dan baik, kita cenderung berusaha untuk mencapai profesi tersebut. Manusia memiliki kecenderungan untuk diakui dan dihargai oleh orang lain, sehingga timbul keinginan untuk memenuhi mimpi-mimpi yang sebenarnya bukan milik kita. Terkadang kita memilih mimpi yang terlihat keren, padahal kita tidak benar-benar menginginkannya. Terkadang kita menginginkan sesuatu yang mainstream asalkan kekinian, padahal itu tidak sesuai dengan passion yang kita miliki. Alhasil, tujuan hidup yang sudah tertanam dibenak kita tidak berjalan beriringan dengan arah kaki kita melangkah. Karena ...

Pahit dan Manis

Terkadang, kenyataan itu memang pahit . Kenyataan yang datang bisa sangat pahit , sampai-sampai kita tak kuasa dan memuntahkannya. Malah, kita memuntahkannya dan mencoba menelan kembali kenangan yang manis , meskipun yang manis sudah tiada. Padahal, menyesali kenangan manis tidak akan menghilangkan rasa pahit . Yang ada hanya akan menambahkan dosis ke pahit annya. Jadi, biarkanlah ke pahit an itu mengalir di pikiran kita sebagaimana mestinya. Karena kopi yang pahit , bisa saja terasa manis jika kita menikmatinya :) -blaue rosen(5-21-13)-