Postingan

Malaikat Tanpa Sayap

Kusambut hari baru dengan semangat pagi yang menggugah jiwa. Hari ini, pertama kalinya aku memasuki kelas tetapku. Dengan senyuman yang tersaji rapi di wajahku, kulangkahkan kakiku ke dalam kelas yang sudah mulai dipenuhi oleh calon-calon temanku. “Kelas 7.2” tulisan itu terpampang diatas papan nama yang menggantung di depan pintu masuk ke kelas. Aku menaruh tas hitamku secara asal di meja yang belum ‘berpenghuni’, lalu keluar menuju koridor dan memandang seisi sekolah dari atas. Belum lama melamun, aku dikejutkan oleh deringan bel tanda masuk kelas dan pelajaran akan segera dimulai. Aku masuk ke kelas dan mendapati kursi disampingku sudah terisi oleh seorang anak perempuan. “Aku duduk disini ya?” gadis itu bertanya kepadaku. Aku membalas tersenyum kepadanya dan mengangguk. “Fadila,” aku menjulurkan lenganku, ia menyambut lenganku dan tersenyum, “Risa,” Sebulan sudah aku bersekolah disini, aku merasa cukup nyaman walaupun masih menutup diri dan belum bisa beradaptasi denga...

Mimpiku untuk Bumiku

“Aiko!” seseorang memanggil gadis itu. Gadis kecil dengan rambut hitam panjang yang dibiarkan tergerai, dengan kulit putih bersih dan mata yang dihiasi dengan bingkai kacamata yang membuatnya terlihat seperti gadis polos yang lugu. “Halo Caroline, ada apa?” dia menoleh dan menyapa. “Jangan berpura-pura tidak tahu Aiko,” ucap Caroline sambil tersenyum kecil, “Aku hanya ingin mengucapkan selamat padamu, karena sepertinya mimpimu itu akan segera terwujud.” Sambungnya dengan logat british-nya yang sangat baik. “Ayolah Caroline, aku benar-benar tidak mengerti ucapanmu itu. Apa yang terjadi?” ia bertanya dengan nada bingung. “Ayo ikut aku” Caroline menarik tangan kecilnya dan berlari menyusuri koridor sekolah. Gadis itu mendengus. Ia tidak suka dibuat penasaran seperti ini. Ia pun berjalan tersandung-sandung mengikuti langkah kaki temannya yang satu itu, yang menariknya dengan sedikit berlari. “Sampai” ucap Caroline singkat. Gadis itu memerhatikan mading dengan wajah sedikit serius,...

Bunga untuk Azka

Pagi yang cerah, begitu juga Rani menyambutnya, dengan semangat pagi dia bangun dari tempat tidurnya, dan membuka jendela kamarnya. “Segar...” gumamnya disertai dengan simpul senyum kegembiraannya. Jam menunjukkan pukul 05.00. Setelah merapikan kasurnya, dia bergegas mengambil air wudhu untuk sholat subuh. Setelah itu, Rani buru-buru mandi pagi sebelum keduluan adiknya. Benar saja, sampai didepan, kamar mandi sudah terisi oleh adiknya, “Azkaaa..!! Cepetan dong!! Udah setengah enam tauu nanti kita terlambat!!” teriak Rani dengan nada sebal. “Rani, jangan teriak-teriak, mandi dikamar mandi atas saja” ucap ibu menegur Rani. Dengan langkah gontai, Rani menuju kamar mandi atas untuk mandi, sebelum dia benar-benar terlambat. “Kaak..!! Ayo cepetan..!! Bus nya udah dateng tuhh” Azka berteriak memanggil Rani yang masih bersiap. “Iya sebentar doong. Sabar!” Bentak Rani kesal. Rani pun segera keluar dari kamar9nya dengan wajah cemberut. “Kak, jangan manyun gitu dong, kan gaenak diliatnya” uca...

Science Camp 2012?!

Gambar
The 3 rd National Science Olympiad SMP RSBI 2012 ini, adalah acara tahunan bagi SMP RSBI se-Indonesia. Kurang lebih 340 sekolah rsbi di Indonesia, mengikuti acara ini. SMPN 85 Jakarta pun tak ketinggalan untuk mengikuti acara ini. Setelah melakukan penilaian dan menguji beberapa anak untuk mengikuti acara ini, SMP 85 Jakarta mengirim 4 perwakilan siswa dalam bidang Fisika yaitu Alif Ilham Madani-VIII.2, Biologi yaitu Wafa Istiqomah-VIII.1, Bahasa Inggris yaitu Naufal Farhan-VIII.1, dan juga dalam bidang Matematika yaitu Anisa Mutiah-VIII.3. Disana, kami akan didampingi oleh Bapak Kepala SMPN 85, Bapak Drs. Tadjuddin Nur.MM, Ibu Fatma Yetti.M.Pd, dan juga Bapak Supardi Johan.S.Pd. Setelah melakukan pelatihan selama beberapa minggu, Senin, 13 Februari 2012 lalu, kami berangkat menuju Bandara Soekarno-Hatta untuk berangkat menuju Solo.  Setelah Check In pesawat, kami terbang menuju Bandara Adi Sumarmo Solo. Sesampai disan...

Love Story

Cinta,   mungkin kata-kata yang tak asing bagi kalian. Karena kata-kata itu, selalu hinggap disetiap jalur kehidupan kita, datang dan pergi dengan mudahnya. Cinta memang selalu datang tiba-tiba, tidak mengenal waktu dan umur, tidak juga mengenal apa dan siapa, kaya atau miskin, sehat atau sakit, tua atau muda, semuanya pasti pernah merasakan cinta. Bisa dibilang, orang yang tidak pernah merasakan cinta seumur hidupnya adalah orang yang tidak normal. Cinta memang begitu rumit, banyak rintangan juga kebahagiaan didalamnya. Cinta juga sulit untuk ditebak, terkadang datang begitu saja. Bahkan  kadangkala kita tidak tau mengapa cinta itu bisa datang. Kalau berbicara tentang cinta pun, tidak akan ada habisnya. ~~~ Pernah aku mencintai seseorang, aku menyayanginya dengan sepenuh hatiku. Diapun begitu. Namun, tak mungkin bagi kami untuk menjalani hubungan bersama. Akhirnya, aku dan dia hanya bersahabat. Kami bersahabat dengan baik. Bercanda bersama, saling berbagi, dan h...

Gara-gara Make-up

SMA Pelita, tempat Ana bersekolah, lagi nge-trend banget yang namanya ke sekolah pake make-up. Jarang sekali anak SMA Pelita yang datang ke sekolah tanpa menggunakan make-up alias natural. Ana pun ingin ikut-ikutan seperti Andien, anak yang paling ngikutin trend disekolahnya. Suatu saat, ada promo make-up di dekat sekolahnya, selain harganya murah dan terjangkau, Dan... bisa buat kulit makin putih dan cantik.  Siapa yang tidak tertarik? Semua anak tertarik untuk membeli make-up itu. Selain Ana dan Andien tentunya. Andien hanya tertarik membeli make-up yang mahal-mahal saja.Ya, Andien memang  termasuk orang kaya di sekolahnya. Sedangkan Ana? Dia hanyalah anak sederhana yang Cuma ikut-ikutan mode supaya gak ketinggalan. Tapi, Ana masih pikir-pikir untuk membeli barang yang sebelumnya belum pernah dia coba itu. Dia masih takut untuk membelinya. Tapi, rasa ingin tahunya muncul. Ana membeli produk tersebut dengan harga yang murah. Awalnya, Ana hanya membeli lipbalm deng...

Kemana Perginya Vina yang Dulu?

Karya: Wafa Istiqomah Vina, seorang anak yang terkenal pintar di kelasnya. Tetapi, akhir-akhir ini nilainya menurun. Teman-temannya pun bingung, Vina yang dulu ceria dan mudah bergaul, kini menjadi seorang yang pemurung dan suka menyendiri. Sampai suatu saat, Dilla, sahabat yang biasa mendengarkan Vina curhat, mendatangi rumah Vina yang sederhana. Dilla ingin bertemu Vina yang akhir-akhir ini jarang masuk sekolah. Tetapi, saat sampai dirumah Vina, Vina tidak ada di rumahnya. Tetangganya memberi tahu bahwa rumah Vina sudah seminggu tidak ada yang menempati. Dilla bingung, mengapa Vina tidak mengabarinya? Padahal, biasanya dia selalu bercerita kepadanya apabila ada masalah. Dilla penasaran sekali. Apa yang terjadi pada sahabatnya yang pintar dan baik itu? Apa mungkin dia mengikuti pertukaran pelajar ke luar kota? Dilla benar-benar tidak mengerti. Sebulan sudah berlalu, tetapi Vina tak kunjung datang. Pikirannya bahwa Vina ikut pertukaran pelajar tidaklah mungkin.  “Mana mungkin pe...